Kesadaran Diri Dalam Memahami Kemampuan Diri Self awareness atau kesadaran diri merupakan salah satu kemampuan seseorang dalam memahami perasaan, pikiran, serta evaluasi diri. Sehingga hal itu akan membantu seseorang dalam memahami kekuatan, kelemahan, dorongan, hingga nilai yang ada di dalam dirinya sendiri dan juga orang lain. Seseorang yang memiliki self awareness yang baik dapat memahami situasi sosial, memahami orang lain, serta memahami harapan orang lain terhadap dirinya. Jadi, kita akan lebih mudah untuk bisa merefleksikan diri, menggali pengalaman, mengamati, dan juga mengendalikan emosi. Ahli psikologi mengungkapkan bahwa istilah lain dari self awareness adalah metamood atau metakognisi. Kata tersebut memiliki arti kesadaran seseorang terhadap proses berpikir serta kesadaran emosinya sendirinya. Adanya proses metakognisi mampu membuat seseorang bisa mengontrol semua aktivitas kognitifnya. Sehingga hal itu bisa mengarahkan individu tersebut untuk memilih situasi dan juga...
Posts
- Get link
- X
- Other Apps
"Man Shobaro Dhofiro" مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ Dalam terjemahannya, Mahfudzot yang ketiga ini diartikan sebagai berikut: “Siapa yang sabar beruntung”. Rencanaku untuk membuat tulisan tentang mahfudzot terhenti di sini. Bukan karena sesuatu yang sepele menurutku. Alasannya adalah karena makna sabar dalam terminologi pikiran orang Indonesia kupandang bukan seperti sabar yang seharusnya. Sekali lagi ini sih menurut pendapatku. Oleh sebab itu aku ingin mengartikan mahfudzot di atas dengan arti yang berbeda: “Siapa yang konsisten dan kontinyu dalam kebaikan beruntung”. Hal ini kuharap bukan semata-mata bahasa otak-atik saja. Dalam beberapa kesempatan Ustadz Rofi’ Munawar juga tidak sepakat bila sabar diartikan dalam arti defensif (dalam pikiran orang Indonesia, sabar berarti nrimo, dan tidak berusaha). Maka seringkali beliau membuat kata sabar memiliki arti yang provokatif dan ofensif. Namun bagiku, sabar itu adalah kon...
- Get link
- X
- Other Apps
Ungkapan man jadda wajada berasal dari Bahasa Arab مَنْ جَدَّ وَجَدَ yang kalau diartikan adalah siapa yang bersungguh maka ia akan menemukan atau siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan dapat. Ungkapa ini merupakan bagian dari kata-kata mutiara atau kata-kata bijak yang diajarkan di pondok pesantren. Biasanya diajarkan dalam bentuk mahfudzot yang artinya materi hapalan. Dalam mahfudzot sendiri banyak ditemuai kata-kata bijak yang diawali dengan kata “man” alias “siapa” atau “barang siapa.” Man jadda wajada terdiri dari tiga kata, yaitu man yang berarti “siapa”, jadda yang berarti “bersungguh-sungguh” dan wajada yang berarti “dapat.” Kata “jadda” sendiri mempunyai akar kata yang sama dengan kata “jihâd” maka oleh karenanya jihad juga bermakna “usaha sungguh-sungguh.” Ungkapan ini sangat cocok untuk dijadikan peganan oleh semua orang. Bagi anak muda ungkapan ini menjadi b...
- Get link
- X
- Other Apps
Berikut sandaran hati bagi kita dan sedikit Motivasi di pagi hari sebagai pegangan hidup kita agar kita tetap kuat dalam menjalani kehidupan ini . Kalimat ini Jorgan ini sangat familiar dikalangan kita yang telah disebutkan oleh film 5 menara yang di buat oleh Ahmad Fuadi Yang pertama مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ Man saara ‘alad darbi washala Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia. Arti dari kata kalimat diatas ialah kehidupan ini mempunyai jalannya laksana rel kreta api yang sudah ditetapkan jalannya jika kita keluar dari rel itu maka kita tidak akan sampai ke tujuan kita dengan motivasi diatas tetap lah kita tekun dalam satu bidang kita agar kita ahli dan pandai dalam bidang tersebut. Laksana Albert Enstein yang tidak pernah putus asa dalam penemuan lampunya dan dia selalu mencoba untuk membuat lampu tadi menjadi hidup sehingga dititik puncak albert enstein menemukan dirinya sebagai penemu Lampu. Ini merupakan salah satu Jorgan terbaik dari beribu banyak kat...