"Man Shobaro Dhofiro" مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ Dalam terjemahannya, Mahfudzot yang ketiga ini diartikan sebagai berikut: “Siapa yang sabar beruntung”. Rencanaku untuk membuat tulisan tentang mahfudzot terhenti di sini. Bukan karena sesuatu yang sepele menurutku. Alasannya adalah karena makna sabar dalam terminologi pikiran orang Indonesia kupandang bukan seperti sabar yang seharusnya. Sekali lagi ini sih menurut pendapatku. Oleh sebab itu aku ingin mengartikan mahfudzot di atas dengan arti yang berbeda: “Siapa yang konsisten dan kontinyu dalam kebaikan beruntung”. Hal ini kuharap bukan semata-mata bahasa otak-atik saja. Dalam beberapa kesempatan Ustadz Rofi’ Munawar juga tidak sepakat bila sabar diartikan dalam arti defensif (dalam pikiran orang Indonesia, sabar berarti nrimo, dan tidak berusaha). Maka seringkali beliau membuat kata sabar memiliki arti yang provokatif dan ofensif. Namun bagiku, sabar itu adalah kon...