Ungkapan man jadda wajada berasal dari Bahasa Arab مَنْ جَدَّ وَجَدَ yang kalau diartikan adalah siapa yang bersungguh maka ia akan menemukan atau siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan dapat.
Ungkapa
ini merupakan bagian dari kata-kata mutiara atau kata-kata bijak yang
diajarkan di pondok pesantren. Biasanya diajarkan dalam bentuk mahfudzot yang
artinya materi hapalan. Dalam mahfudzot sendiri banyak ditemuai kata-kata bijak
yang diawali dengan kata “man” alias “siapa” atau “barang siapa.”
Man
jadda wajada terdiri dari tiga kata, yaitu man yang berarti
“siapa”, jadda yang berarti “bersungguh-sungguh” dan wajada yang
berarti “dapat.” Kata “jadda” sendiri mempunyai akar kata yang sama dengan kata
“jihâd” maka oleh karenanya jihad juga bermakna “usaha sungguh-sungguh.”
Ungkapan
ini sangat cocok untuk dijadikan peganan oleh semua orang. Bagi anak muda
ungkapan ini menjadi bahan penyemangat untuk meraih apa yang dicita-citakan.
Cobaan dan rintangan pasti akan ditemui, tapi dengan kesungguhan itu akan bisa
dilalui.
Man Jadda Wajada dalam Pribahasa Indonesia
Kita
mengenal pribahasa: Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit
dahulu bersenang-senang kemudia. Pribahasa ini mirip dengan ungkapan dalam
bahasa arab yang sedang dibahasa.
Dalam
hidup harus rela untuk bersusah payah dahulu baru kemudian menikmati jerih
payah kita. Masa muda dimana kita masih punya energi yang cukup, fikiran yang
masih segar adalah masa yang tepat untuk melakukan segala usaha itu.
Jangan
sampai kita bersenang-senang saat muda tapi menjadi susah di saat tua.
Tidak
sedikit yang menggunakan masa mudanya untuk bersenang-senang dan mereka baru
menyadari bahwa apa yang dilakukan telah merusak masa depannya. Ketika sadar
sudah cukup terlambat.
Masa
muda terlah berlalu dan tidak bisa diulang kembali. Maka yang tertinggal
hanyalah penyesalan. Tapi penyesalan itu sudah tidak berarti lagi. Ya,
penyesalan itu pasti datangnya di akhir. Karena kalau datang di depan maka
bukan penyesalan namanya.
Maka
tidak ada pilihan bagi kita untuk memanfaatkan waktu muda untuk berusaha dan
berusaha. Dengan begitu diharapkan ketika tua kita tinggal menikmati jerih
payah tersebut.

Comments
Post a Comment